Nama Daerah: letah buaya (Sunda)
Bagian yang digunakan : daun/daging buah (kupas kulitnya)
Kegunaan: melancarka haid, terlambat datang bulan, keputihan dan kemih berdarah.
Dosis Pemakaian : 10-15 gr kering direbus. Minum airnya.
Sifat kimiawi dan efek farmakologis: rasa pahit, dingin, berkhasiat sebagai peluruh haid, anti radang, pencahar, dan parasitisida.
Kandungan kimia: barbaloin, isobarbaloin, aloenin, aloesin, aloemisin, aloektin B, aloinaside A, aloinaside B, saponin, krosofanol, antrakuinon (aloin, aloe-emodin), kuinon, resin, b-sitosterol, lignin atau selulosa, asetilated mannose, tanin, niasinamida, asam folat, asam salisilat, dan lupeol.
Keterangan:
- Antrakuinon (aloin, aloe-emodin) berkhasiat sebagai pencahar kuat (laxative) yang dapat menyebabkan peningkatan kontraksi pada usus besar (pada dosis yang tinggi).
- Aloektin B menstimulasi sisem imun dalam mekanisme kerja memberikan lapisan pelinding pada area luka dan mempercepat penyembuhan.
- Saponin pada lidah buaya berkhasiat sebagai anti septik yang dapat membunuh kuman.
Catatan :wanita hamil dan penderita diare dilarang mengonsumsi lidah buaya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar