Kamis, 12 Agustus 2010

LIDAH BUAYA

LIDAH BUAYA (ALOE VERA)
Familia: Liliaceae
Nama Daerah: letah buaya (Sunda)

Bagian yang digunakan : daun/daging buah (kupas kulitnya)

Kegunaan: melancarka haid, terlambat datang bulan, keputihan dan kemih berdarah.

Dosis Pemakaian : 10-15 gr kering direbus. Minum airnya.

Sifat kimiawi dan efek farmakologis: rasa pahit, dingin, berkhasiat sebagai peluruh haid, anti radang, pencahar, dan parasitisida.

Kandungan kimia: barbaloin, isobarbaloin, aloenin, aloesin, aloemisin, aloektin B, aloinaside A, aloinaside B, saponin, krosofanol, antrakuinon (aloin, aloe-emodin), kuinon, resin, b-sitosterol, lignin atau selulosa, asetilated mannose, tanin, niasinamida, asam folat, asam salisilat, dan lupeol.

Keterangan:

  •  Antrakuinon (aloin, aloe-emodin) berkhasiat sebagai pencahar kuat (laxative) yang dapat menyebabkan peningkatan kontraksi pada usus besar (pada dosis yang tinggi).
  • Aloektin B menstimulasi sisem imun dalam mekanisme kerja memberikan lapisan pelinding pada area luka dan mempercepat penyembuhan.
  • Saponin pada lidah buaya berkhasiat sebagai anti septik yang dapat membunuh kuman.
Catatan :wanita hamil dan penderita diare dilarang mengonsumsi lidah buaya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar